Rabu, 02 Juni 2010

Pertemuan dominikan awam cimahi _ lembang session 1


Lembang(30/5/2010),...

Ku mau ikut panggilan-Mu Tuhan ...
Mengarahkan langkah di jalan-Mu
Bersama saudara seiman
Tuk memuji dan memuliakan
Keagungan cinta-Mu...

Udara masih terasa dingin di Baros, Cimahi. Waktu menunjukkan pkl. 06.30 wib. Aktivitas warga sekitar Biara OP sudah dimulai. Jalan di depan biara pun sudah dipadati oleh para pedagang Pasar Baros yang menyediakan berbagai macam dagangannya. Menunggu diserbu oleh para pembelinya. Ramainya lalu lintas di pagi hari mengawali rangkaian jam sibuk walaupun di hari libur, sudah merupakan hal yang sangat umum.
Namun, terlepas dari itu semua... senyum - senyum hangat tetap terlihat di depan biara OP ( Ordo Pewarta ) Jalan Baros no. 109 Cimahi. Ada apa gerangan ?
Tampak dua orang Suster keluar dari biara tersebut menyapa beberapa orang rekan dari keluarga Dominikan Awam Cimahi. Mereka adalah Sr. M. Edmunda, OP dan Sr. M. Gabriella, OP. Dengan senyuman yang hangat, kedua suster itu tampak bersemangat menyalami satu per satu anggota keluarga Dominikan Awam tersebut. Ternyata hari itu, keluarga Dominikan Awam Cimahi akan mengadakan rekreasi iman dengan mengadakan ziarah ke Gua Maria Karmel- Lembang. Dan yang lebih seru adalah kegiatan tersebut diawali dengan konvoi sepeda motor dari Cimahi ke Lembang yang memakan waktu perjalanan sekitar 1,5 jam. " Yaa... untuk refreshing juga menikmati pemandangan alam yang indah dan segar ".
Sekitar dua puluh menit perjalanan, ternyata ada SMS pada salah satu anggota yang berisi permintaan seorang rekan lainnya agar ditunggu karena juga akan ikut dalam perjalanan itu. Akhirnya rombongan berhenti dan menunggu di depan Kompleks Perumahan Kota Mas, Cimahi.
Tak lama kemudian rombongan pun telah lengkap. Diketuai oleh Sr. M. Gabriella, OP dan di bawah koordinator P. Damianus Unyir, rombongan yang terdiri dari Mbak Sarah dan putrinya, Mbak Arin dan temannya, Mbak Chandra, Mbak Birgita, dan Bu Theresia Sri pun siap melanjutkan perjalanan kembali. Oh ya, tak lupa putra dari P. Damianus juga ikut dalam rombongan ini.
Jalanan semakin mendaki dari arah Cimahi ke Cisarua melewati Wisma Pratista dan Curug Cimahi lalu ke daerah Lembang. Perjalanan sempat menjadi tegang ketika ada salah satu motor yang kehabisan bensin. Namun, berkat penyertaan Tuhan, akhirnya motor tersebut tetap dapat menempuh perjalananan sampai ke tempat pengisian ( Pom ) bensin yang dituju. Leganya ....
Matahari sudah semakin naik .... sudah terasa pegal juga setelah satu jam lebih duduk di jok motor. Akhirnya sampai juga di Karmel. Thanks God ....
Saat itu di Karmel sedang ada perayaan ekaristi. Banyak sekali umat di sana yang berdatangan untuk mengikuti perayaan iman tersebut. Sementara itu, rombongan ini pun mengambil tempat di pelataran jalan salib di Gua Karmel. Wahh... semuanya ternyata sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Yesus dalam peristiwa jalan salib ini. Pembagian tugas pun dimulai. P. Damianus menjadi pemimpin jalan salib sekaligus pembukaan dan semua anggota mendapat tugas menjadi pembaca narasi untuk setiap perhentian jalan salib.
Hening ... dan begitu indah ...
menapaki langkah demi langkah menuju setiap perhentian jalan salib ... dihantarkan oleh doa Bapa kami dan lagu - lagu renungan. Semua anggota pun terhanyut dalam suasana kudus ... bersatu dengan Sang Putra.
Setelah jalan salib selesai, masing - masing mendapat kesempatan berdoa di Gua Maria untuk berdoa Rosario ( sesuai devosi Santo Dominikus kepada Maria ). Setelah itu doa - doa pribadi dan ujud - ujud pribadi pun dihaturkan.
Kemudian semua anggota rombongan pun mengabadikan moment kebersamaan dan persaudaraan itu di dekat salib Yesus. Seakan tak ingin beranjak cepat - cepat dari tempat itu, mereka pun masih mengobrol di atas sambil melihat pemandangan alam yang memang layak mengundang decak kagum dari semua mata yang memandangnya.
Tapi, sang koordinator berkata bahwa masih ada satu agenda yang harus diselesaikan sebelum pulang kembali ke Cimahi. Akhirnya dengan mengambil tempat di salah satu "saung" makan di daerah Lembang, pertemuan pun dimulai.
Sambil menunggu P. Damianus dan Suster menyusun agenda, makanan dan minuman khas pun disuguhkan di depan rombongan. Tak tunggu berkata - kata lagi, hidangan pun segera dinikmati dengan lahap. Ternyata, beberapa rekan sudah membawa beberapa makanan dari rumah termasuk timbel, telur dadar, sayur tumis, kerupuk, dan bahkan saos istimewa. Wahh,... mak nyoss rasanya !!! Belum lagi jajanan cilok sebagai pembuka ... yummy .... sate kelinci dan jagung bakar pun tak mau ketinggalan. Ayooo ..... siapa yang mau tambah ???
Perut sudah kenyang ... sekarang tinggal mengisi lagi dengan makanan rohani. Akhirnya pertemuan pun menjadi lebih serius.
Banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan itu. Diantaranya harapan - harapan yang diajukan oleh Sr. M. Gabriella, OP agar Dominikan Awam Cimahi tetap eksis dan utuh, walaupun mulai dari apa yang ada. Suster juga memberikan spirit yang menyejukkan hati." Tidak hanya perbuatan - perbuatan besar yang dapat mencerminkan seorang dominikan awam, perbuatan / persembahan kecil dan sederhana pun asalkan kita dapat melaksanakannya dengan ikhlas akan berkenan di hadapan Tuhan." "Seorang Dominikan tidak dilihat dari kata - katanya saja, melainkan juga dari perbuatannya yang akan memberkati hidupnya dan juga hidup orang lain di sekitarnya." Demikian tambah Suster.
P. Damianus juga menginginkan partisipasi aktif dari saudara - saudaranya yang tergabung dalam dominikan awam cimahi pada setiap pertemuan yang akan dilaksanakan. Sehingga komunitas ini tetap hidup karena benar - benar dihidupi oleh semua anggotanya. Dan untuk lebih mengkoordinir kelompok ini, ditentukan pula bendahara dan sekretaris/ seksi publikasi. Bendahara dijabat oleh Mbak Chandra, sedangkan sekretaris/ seksi publikasi dipegang oleh Bu Theresia Sri.
Di Bagian akhir pertemuan, diambil kesepakatan bahwa akan diadakan pertemuan rutin untuk pembinaan yaitu pada hari Kamis, 3 Juni 2010 di Biara OP Cimahi mulai pkl. 17.00 wib, dengan materi Spiritualitas Dominikan dan akan disampaikan oleh Sr. M. Gabriella, OP.
Setelah semua rangkaian pembicaraan itu, akhirnya rombongan pun kembali ke Cimahi dengan mengambil rute Lembang - Sukajadi - Bandung - Cimahi.
Hari itu... sungguh - sungguh merupakan hari yang penuh pengalaman persaudaraan dan kegembiraan dalam iman... Thanks God untuk semua dinamika iman pada hari ini.

Sejarah Dominikan Awam

SIAPAKAH MEREKA ?


Dominikan Awam (dulu di kenal sebagai Ordo ke-tiga Dominikan) adalah kumpulan umat beriman, yang berpartisipasi dalam hidup kerohanian dan kerasulan Ordo Pewarta, dibawah bimbingan Persau-daraan Dominikan dan sesuai Anggaran Dasar yang telah disetujui Gereja. Tujuan hidup mereka adalah kesempurnaan hidup Kristiani.

Beranggotakan pria maupun wanita awam, lajang atau menikah yang hidup sebagai pertanda dunia. Panggilan hidup mereka terutama sebagai anggota ordo religius yang berwawasan universal. – (J. Rubba OP, Ordo ke tiga Santo Dominikus).

Dominikan Awam yang sekarang ada ini diresmikan pada tahun 1285 oleh Munio de Zamora, Master Jendral Ordo yang ke 7. Namun sebenarnya telah berdiri abad ke 12. Sejak berdiri, Ordo Pewarta banyak menjalin kerjasama dengan kaum awam. Mewujudkan tujuan spiritual serta kepentingan-kepentingan Gereja lain, bahkan juga berpartisipasi dalam hal-hal kerasulan. Awalnya dipakai beberapa istilah seperti ‘penitens’ atau ‘ke-tiga’. Mereka memang ada, dan terkait Ordo Dominikan. Bekerjasama erat dengan cabang-cabang lain dalam Keluarga Dominikan, mereka selalu membawa misi-misi khusus.

KETERLIBATANNYA DENGAN DUNIA MASA KINI


Kehadiran Dominikan Awam terutama membawa ciri keduniawian awam itu sendiri, juga aspirasi mereka dalam mencapai kesempurnaan Kristi-ani, melalui partisipasi dalam kegiatan-kegiatan kerasulan Gereja bersama Ordo Dominikan.

Konsili Vatikan II menyatakan bahwa seluruh umat Kristiani terpanggil untuk menjadi sempurna. “Semua kaum beriman, dipanggil Tuhan dengan cara masing-masing, untuk mencapai kesucian sempurna seperti halnya Bapa, yang sempurna adanya. Apapun kondisi dan situasinya.” (dok. Gereja, No. 11)

Sesuai rencana indah, agar semua menjadi orang suci. “ Program hidup keagamaan awam adalah meningkatkan kualitas pribadinya, baik sebagai orang yang berkeluarga maupun kaum lajang serta janda / duda. Berdasarkan kesehatan, profesionalisme, serta aktivitas sosial mereka. Tiada henti meningkatkan kualitas hidup, kesungguhan serta bakat-bakat yang dianugerahkan. Seharusnya ia memanfaatkan semua karunia Roh Kudus itu. Terlebih lagi bila kaum awam mau bergabung dengan salah satu asosiasi atau badan yang direstui Gereja demi menjawab panggilan,. Mereka akan mengadopsi ciri-ciri khas kehidupan spiritual yang sesuai badan Gereja yang mereka anut.” ( kerasulan awam no.4 )

Semua anggota Gereja, termasuk awam, dipanggil aktif berpartisipasi dalam semua kegiatan kerasulan. Semua kegiatan kerasulan dalam tubuh mistik Kristus / gereja, yaitu menyebarkan kerajaan Allah disega-la tempat, menyelamatkan jiwa-jiwa kembali kepangkuan Allah.

Keterkaitan sama terungkap pada sinode 1987 di Roma yang membicarakan: “Panggilan dan misi Awam setelah 20 tahun Konsili Vatikan II”

Tujuan menyucikan umat melalui partisipasi kerasulan menggereja, paling baik dicapai bila awam membentuk wadah khusus. Dapat dirumuskan sebagai “Wadah, dimana anggotanya tergerak untuk hidup merasul, berjuang menjadi Kristiani sempurna, dan hidup dalam kenyataan dunia. “